
Parepare, 16/07/2025. Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Parepare, Dr. Putri Dewi, S.Pd.I., M.Pd., turut ambil bagian dalam kegiatan “Temu Ekspresi Pemustaka” yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Umum (Disperpus) Kota Parepare, Senin–Rabu (14–16/7/2025). Dalam kegiatan ini, beliau tampil membacakan puisi ciptaannya yang berjudul “Kepada yang Pernah Singgah” sebagai bentuk kontribusi terhadap gerakan literasi pemustaka, yakni literasi yang tumbuh dari interaksi masyarakat pembaca dengan ruang seni, rasa, dan makna.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Disperpus dan sejumlah komunitas literasi dan seni di Kota Parepare, seperti Sampan Institut, Interaksi, Teras Baca, dan Badik Pustaka. Berbagai agenda disuguhkan antara lain pameran seni rupa, sharing karya, bazar buku, malam puisi, pentas musik, hingga sosialisasi pembudayaan gemar membaca bagi peserta didik.
Menurut Dr. Putri Dewi, literasi pemustaka bukan hanya tentang kemampuan membaca buku, tetapi tentang kesadaran membangun pengetahuan melalui interaksi lintas gagasan, lintas disiplin, dan lintas pengalaman. Pengetahuan tidak akan berkembang jika seseorang hanya belajar dari ruang yang sempit. Dibutuhkan keberanian untuk keluar dari batas keilmuan, membuka diri pada cabang ilmu yang berbeda, dan terus belajar dari realitas yang sering kali lebih kompleks daripada teori.
Ia menekankan bahwa keberanian untuk hadir di tengah masyarakat sebagai pembelajar sejati adalah ruh dari pendidikan. “Kita harus keluar dari pagar kampus, agar tidak terjebak dalam menara gading keilmuan. Dunia akademik seharusnya bersinergi dengan seni, budaya, dan realitas masyarakat karena di situlah wajah nyata kehidupan berlangsung,” tegasnya.
Sebagai alumni Doktoral Universitas Muhammadiyah Parepare dan dosen Pendidikan Agama Islam, Dr. Putri Dewi dikenal sebagai penganut _Spider Web Theory (teori jaring laba-laba) dari Prof. Amin Abdullah. Ia memandang ilmu agama sebagai sumber yang menghidupi ilmu-ilmu lainnya, dan karenanya kolaborasi lintas disiplin bukan hanya memungkinkan, tetapi justru wajib dalam rangka membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
Salah satu wujud dari nilai tersebut adalah puisinya yang menyentuh “Kepada yang Pernah Singgah”. Putri secara sadar memilih dan menciptakan puisi ini karena percaya bahwa setiap insan pasti memiliki “sesuatu” yang pernah singgah, entah itu seseorang, kenangan, perasaan, peristiwa, cita-cita, atau luka lama yang tak sempat sembuh. Singgahan itu bisa menyisakan makna, bisa pula menyisakan perih. Namun pada akhirnya, semua itu adalah guru kehidupan yang mengajarkan kedewasaan dan pengenalan terhadap diri sendiri. Melalui puisi, ia mengajak pendengar untuk menyelami kembali ruang-ruang batin yang sering diabaikan oleh kebisingan dunia.
Bait seperti “Jika pada akhirnya… hadirku hanya sebagai pelipur lara, lantas… mengapa kedatanganmu justru menoreh luka, duka… dan air mata…” menggambarkan kepekaan emosional yang tidak hanya estetik, tapi juga reflektif dan spiritual. Bagi Putri, menyuarakan rasa adalah bagian dari menyuarakan nilai, bahwa kesedihan pun dapat menjadi pintu menuju pemahaman.
Dr. Putri Dewi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepala Dinas Perpustakaan Umum Kota Parepare, Drs. H. Ahmad Masdar, M.Si yang secara konsisten mendukung kegiatan literasi yang progresif, terbuka, dan lintas sektor. Menurutnya, kehadiran sosok pemimpin yang peduli dan aktif mendorong kolaborasi seperti beliau adalah faktor penting dalam menciptakan ekosistem budaya baca yang hidup dan berdampak.
Di akhir, Dr. Putri berharap bahwa kegiatan seperti ini tak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi semangat kolektif yang terus tumbuh. Karena hanya dengan membuka diri, belajar lintas bidang, dan membangun koneksi antara ilmu, seni, dan kemanusiaan, kita bisa melahirkan generasi pembelajar yang tangguh, reflektif, dan peka terhadap tantangan zaman. (rh)