Kamis, 15 Jan 2026
  • SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUD DA'WAH WAL-IRSYAD KOTA PAREPARE
  • SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUD DA'WAH WAL-IRSYAD KOTA PAREPARE

STAI DDI Parepare Berangkatkan Mahasiswa KPM ke Kabupaten Wajo

Parepare, 4 Agustus 2025 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Parepare kembali melanjutkan kiprahnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pemberangkatan 36 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam untuk melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Program pengabdian ini akan berlangsung selama 45 hari, menyasar enam desa di dua kecamatan yaitu Paujepe, Awo, dan Awota di Kecamatan Kera, serta Alesilurungnge, Lauwa, dan Kaluku di Kecamatan Pitumpanua.

Perlu diketahui, kegiatan KPM tahun ini mengangkat tema besar yakni “Meneguhkan Literasi Umat melalui Pengabdian Berbasis Trilogi DDI”, yang merujuk pada tiga bidang utama perjuangan Darud Da’wah wal Irsyad (DDI): pendidikan, dakwah, dan usaha sosial kemasyarakatan. Melalui KPM, mahasiswa tidak sekadar menjalankan tugas akademik, melainkan hadir untuk membangun kesadaran keagamaan, memberdayakan potensi masyarakat, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam bingkai nilai Islam.

Sebagai informasi, pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam suasana khidmat dan penuh makna. Turut hadir melepas para peserta yaitu Ketua STAI DDI Parepare, Dr. Muh. Djunaidi, M.Ag, Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan Lembaga, Dr. Mustaqimah, S.Pd, M.Pd, Wakil Ketua  Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Drs. H. Abd. Rahman Fasih, M.Ag, serta Ketua Pelaksana, Dr. Putri Dewi, S.Pd.I, M.Pd. Dalam sambutannya, Ketua STAI menegaskan bahwa literasi umat hari ini tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman nilai, pemaknaan agama, serta kepekaan terhadap persoalan sosial. dan berharaap Mahasiswa KPM mampu menjadi Duta kampus di tegah masyarakat Kabupaten Wajo

Hal ini selaras dengan pernyataan Ketua Pelaksana, yang menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa telah dibekali dengan pelatihan intensif mencakup strategi komunikasi dakwah, pemetaan sosial, serta penguatan literasi keagamaan berbasis budaya lokal. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya ‘datang’ ke desa, tetapi benar-benar ‘hadir’ secara makna, menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, nilai lebih dari KPM STAI DDI Parepare terletak pada karakter para mahasiswanya. Banyak di antara mereka adalah sosok yang telah aktif di tengah masyarakat sebagai imam masjid, pembina pondok pesantren, guru TPA, hingga hafidz Al-Qur’an. Dengan latar belakang ini, mahasiswa membawa keteladanan yang otentik serta pendekatan yang tulus dalam menyampaikan nilai-nilai Islam.

Menariknya, Kabupaten Wajo sebagai lokasi pengabdian bukan hanya strategis secara geografis, tetapi juga menyimpan nilai historis yang mendalam. Di tanah ini, sekitar tahun 1900 M, Anre Gurutta KH. Abd. Rahman Ambo Dalle, pendiri DDI, dilahirkan di Desa Ujung, Kecamatan Tanasitolo. Maka, pengabdian di Wajo bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga bentuk penghormatan ruhani terhadap tanah kelahiran tokoh besar umat yang mendirikan lembaga ini.

Terkait pembimbingan lapangan, meskipun Dosen Pembimbing Lapangan, Nurdin, S.Pd.I, M.Pd, tidak sempat hadir dalam seremoni pemberangkatan karena menjalankan amanah lain yang tidak dapat ditinggalkan, beliau tetap menyampaikan dukungannya secara khusus. “KPM adalah bagian dari ladang pengabdian yang kelak akan menumbuhkan keberkahan. Saya percaya mahasiswa STAI DDI Parepare mampu menjaga marwah kampus dan memberi manfaat di mana pun mereka berada,” tuturnya.

Sementara itu, respons dari masyarakat di lokasi KPM pun sangat menggembirakan. Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan bahwa mahasiswa STAI DDI Parepare memiliki keunikan tersendiri dibanding kampus lain. “Mereka tidak hanya membantu kegiatan desa, tetapi membawa suasana ketenangan dan nilai yang menghidupkan ruh keislaman. Kehadiran mereka seperti angin segar,” ujar seorang kepala desa di Kecamatan Keera.

Pada akhirnya, KPM ini membuktikan bahwa STAI DDI Parepare tidak hanya mencetak lulusan yang berilmu, tetapi juga membentuk pribadi yang mengabdi. Pengabdian ini bukanlah pelengkap dari proses akademik, melainkan ruhnya. Di tangan mahasiswa, literasi umat tidak hanya diperluas melalui buku dan ceramah, tetapi melalui keteladanan, kebersamaan, dan penguatan akar-akar sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Dengan mengokohkan Trilogi DDI yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan, STAI DDI Parepare kembali menanam harapan di tanah kelahiran pendirinya. Dari Wajo, nilai-nilai itu tumbu dan kepada Wajo pula, benih pengabdian dikembalikan, untuk kembali bersemi, menghidupi, dan menerangi umat. (PD)

 

KAMPUS
Jl. Abubakar Lambogo No.53 Ujung Lare,
Kec. SoreanG Kota Parepare
Sulawesi Selatan 91131

INFO KONTAK
085234956855
https://staiddi-parepare.ac.id
info@staiddi-parepa.ac.id