
Malang, 09/10/2025. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh akademisi Indonesia. Dr. Mustaqimah, M.Pd., dosen Bahasa Inggris dari STAI DDI Parepare, sukses terpilih sebagai salah satu presenter dalam ajang bergengsi The 71st TEFLIN International Conference 2025 yang digelar di Universitas Brawijaya (UB) Malang, pada 8–10 Oktober 2025. Setelah melalui proses seleksi ketat sejak Januari hingga Agustus 2025, Dr. Mustaqimah menjadi salah satu dari ratusan akademisi terpilih yang berkesempatan mempresentasikan karya ilmiah di forum internasional tersebut.
Konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB ini mengusung tema besar “Reimagining English Language Education in the Age of AI and Digital Transformation: Integrating Inclusive Education and Cultural Diversity.” Tahun ini, TEFLIN menggandeng tiga konferensi internasional sekaligus — The 5th ICEL, The 5th ICOLLEC, dan The 2nd ISIALing — dalam semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu. Acara tersebut diikuti oleh 640 peserta dari 34 negara, termasuk Indonesia, Australia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, Pakistan, dan Selandia Baru.
Dalam kesempatan itu, Dr. Mustaqimah mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “A Study of Interest, Motivation and Learning Strategies as a Dynamic of English Language Learning: Islamic Religious Education Students Perspectives.” Penelitian ini merupakan kolaborasi antara tiga perguruan tinggi, yakni STAI DDI Parepare, Universitas Muhammadiyah Palopo (Sukmawati Tono Palangngan, M.Pd.), dan IAIN Kendari (Isna Humaera, M.Pd.). Karya ini membahas secara mendalam bagaimana minat, motivasi, dan strategi belajar mahasiswa pendidikan agama Islam membentuk dinamika pembelajaran bahasa Inggris di era digital dan kecerdasan buatan.
Pembukaan konferensi berlangsung meriah, dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, Dekan FIB UB Sahiruddin, S.S., M.A., Ph.D., Presiden TEFLIN Prof. Dra. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D., serta Ketua Pelaksana TEFLIN 2025 Prof. Dr. Zuliati Rohmah, M.Pd. Dalam sambutannya, para tokoh pendidikan menegaskan pentingnya peran guru dan dosen bahasa Inggris sebagai penjaga nilai kemanusiaan di tengah derasnya arus transformasi digital berbasis AI.
Kehadiran Dr. Mustaqimah di TEFLIN 2025 bukan hanya membawa nama STAI DDI Parepare ke panggung internasional, tetapi juga memperlihatkan bahwa akademisi daerah mampu berkontribusi dalam percakapan global tentang masa depan pendidikan bahasa Inggris. Partisipasinya menjadi simbol kolaborasi intelektual Indonesia yang adaptif terhadap perubahan zaman—membuktikan bahwa inovasi dan riset yang berakar pada nilai-nilai lokal mampu bersaing di forum dunia.(Ima/Rh)

